Seorang korban, sebut saja IR, mengaku sudah dicabuli saat ia masuk ke SMP Telkom Terpadu AKN Marzuki, pada tahun 2004 lalu.
"Saya mengalami selama 3 tahun, sejak saya mulai masuk di SMP," ujar IR saat mengadu ke Depdiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (23/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau karena saya lihat murid-murid yang keluar dari sini rata-rata sukses," sesal IR.
IR mengaku tidak berani melawan, karena kiai tersebut merupakan orang yang terpandang. Namun akhirnya karena tidak kuat ia memilih mengundurkan diri pada pertengahan tahun 2008.
"Setelah naik ke kelas II SMK saya memilih mengundurkan diri karena tidak tahan lagi," ujar pria kurus ini.
Saat ia mengundurkan diri, IR mengaku AHM masih sering meneleponnya untuk kembali ke sekolah. Namun IR menolak karena takut.
Saat ini IR belum bisa melanjutkan sekolah ke tempat lain karena ia tidak berani meminta surat berhenti belajar dari sekolah milik sang kiai tersebut.
"Saya takut, Mas," pungkasnya.
(rdf/nrl)











































