Padahal, rencana aksi bugil tersebut sedianya dilakukan untuk menekan seorang menteri senior negara bagian Selangor agar tidak menaikkan biaya sewa rumah kelas bawah. Untungnya, baik aktivis maupun pemerintah akhirnya menemui kesepakatan.
Badrul Hisham Mohammad Hanafiah, penjabat presiden Gerakan Reformasi Rakyat Malaysia (Reformis) yang mewadahi para aktivis, mengatakan bahwa kesepakatan pembatalan kenaikan biaya sewa rumah akhirnya dicapai dengan Menteri Senior Selangor Khalid Ibrahim.
"Kami menerima keputusan pemerintah Selangor dengan niat yang baik dan berharap kekeliruan semacam ini tidak terulang lagi," demikian ungkap Badrul kepada harian pemerintah Bernama sebagaimana yang dilansir AFP, Selasa (23/12/2008).
Sebelumnya, kelompok yang terdiri dari sejumlah pria berusia antara 33 hingga 50 tahun mengancam untuk mengikuti Khalid kemanapun dan menanggalkan baju di depannya untuk menunjukkan bahwa kebijakan menaikkan biaya sewa rumah bagi kalangan bawah "akan membuat orang bahkan tidak sanggup membeli pakaian lagi."
Ancaman itu dikeluarkan setelah pemerintah negara bagian di negeri jiran tersebut pada bulan Juli memutuskan untuk menaikkan biaya sewa rumah kelas bawah lebih dari dua kali lipat.
Terhadap ancaman aksi bugil tersebut, reaksi keras datang dari partai Islam garis keras, PAS, yang melalui pemimpin spiritualnya Nik Abdul Aziz Nik Mat mengatakan, "hanya orang tidak beradab yang akan melakukan aksi sedemikian."
(alf/nrl)











































