Tuan Tuan dan Yuan Yuan, yang bila digabung berarti "bersatu", dipindahkan dari tempat pemeliharaan mereka di Sichuan untuk kemudian diterbangkan ke Pulau Taiwan. Tak pelak lagi, hal itu mengundang kesedihan bagi Qu Chunmao, penjaga kedua panda tersebut di tempat pemeliharaan panda di Ya'an sdih.
Dikabarkan kantor berita Xinhua, Qu menangis. "Saya berharap mereka bahagia di Taiwan," ungkapnya sedih sebagaimana yang dilansir Reuters, Selasa (23/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, panda hanya bisa ditemukan di pelosok belantara China, dan termasuk fauna yang terancam punah. Hal ini antara lain disebabkan karena lambatnya panda berkembang biak. Pihak kebun binatang di Taiwan sendiri menyatakan akan memelihara dengan baik kedua panda tersebut dan mengirim kembali bayi panda ke China untuk dirawat di kemudian hari. (alf/nrl)










































