IDP (19) mengaku pernah menjadi korban AHM. Dia menceritakan, sejak dirinya masuk ke pesantren yang dikelola kiai itu, dia hampir selalu menjadi pelampiasan nafsu bejat sang kiai.
"Setelah saya lulus SD langsung masuk ke Pondok Pesantren AKN Marzuqi. Selama di
sana saya dipaksa untuk melayani nafsu kiai dengan disodomi dan oral seks," kata salah satu siswa itu saat ditemui di di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar Jakarta Pusat, Senin(22/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, IDP yang lugu hanya nurut saja karena sang kiai mengatakan pelayanan nafsu itu sebagai syarat supaya IDP sukses di kemudian hari. IDP juga tidak sanggup menolak karena diancam akan dipukuli jika menolak.
Perbuatan kiai berlangsung sampai IDP duduk di bangku SMK kelas satu. Hingga
suatu hari kiai meminta IDP untuk menyodomi sejumlah siswa lain. Bejatnya aksi itu
ditonton si kiai. "Akhirnya saya menolak dan berhasil kabur," ujarnya. (asp/ken)











































