Hal itu dikemukakan Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema dalam sambutan upacara peringatan Hari Ibu ke-80 di KBRI Brussel, Belgia hari ini, 22/12/2008.
"Jika AS, Australia, Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Malaysia dan Singapura merayakan Hari Ibu pada minggu kedua bulan Mei, Indonesia merayakannya pada setiap 22/12, karena perempuan dan kaum ibu Indonesia memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah perjuangan bangsa, yang amat berbeda dengan negara lain," urai Nadjib di depan staf KBRI Brussel, tokoh masyarakat Indonesia dan mahasiswa anggota PPI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan Hari Ibu ke-80 ini, menurut Korfungsi Pensosbud PLE Priatna, diselenggarakan satu paket dengan ulang tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-9 dan telah dimeriahkan dengan lomba baca puisi bertema Ibu.
Ibu dan Karakter Bangsa
Nadjib menambahkan bahwa generasi muda masa kini mungkin harus diingatkan kembali, mengapa Hari Ibu di Indonesia dilaksanakan tidak seperti lazimnya dilakukan di negara lain.
Mereka tidak boleh melupakan sejarah bahwa nenek moyang mereka bukan hanya seorang ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan segala pengorbanan, tapi lebih dari itu yakni pejuang bangsa, yang ikut merebut kemerdekaan.
"Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah dunia global yang penuh perubahan. Kesadaran mengenai peran kaum perempuan Indonesia harus kembali diajarkan sejak dini," tegas Nadjib.
Nadjib juga menekankan agar karakter dan budi pekerti bangsa tidak dilupakan. Menurut Nadjib, budi pekerti dan ahlak baik menjadi elemen penting, yang akan mendorong majunya sebuah bangsa.
"Peran kaum ibu dan perempuan Indonesia semakin relevan. Pergulatan di tengah kemajuan global menuntut bangsa kita membangun pekerti, ahlak dan karakter sebagai modal berpacu dengan dunia yang semakin materialistik dan kehilangan keutamaan moral," demikian Nadjib, seraya menyitir syair lagu untuk para ibu dan perempuan Indonesia...
kasih ibu kepada beta,
tak terhingga sepanjang masa,
hanya memberi,
tak harap kembali,
bagai sang surya,
menyinari dunia... (es/es)










































