KNPI Sayangkan Seruan dan Fatwa Haram Golput

KNPI Sayangkan Seruan dan Fatwa Haram Golput

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 18:46 WIB
KNPI Sayangkan Seruan dan Fatwa Haram Golput
Jakarta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menyatakan kepada berbagai kalangan agar tidak mudah mengatakan seruan golput dan fatwa haram. Semua harus dipilah-pilah sesuai hukum yang jelas.

"Kita sangat menyayangkan seruan golput dan fatwa haram tentang golput. Pemilu sebagai bagian teknis dari administrasi negara tidak bisa dikaitkan dengan agama, begitu juga sebaliknya," kata Ketua Umum KNPI Ahmad Doli Kurnia di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (22/12/2008).

Doli menyatakan, semua kalangan harus bisa memilah-milah mana yang dikategorikan golput atau haram tidaknya sesuatu sesuai hukum yang jelas. "Orang tidak ikut pemilu tidak bisa dikatakan golput atau haram, kan kita harus lihat hadisnya dulu," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Doli, fenomena golput yang muncul saat itu dikhawatirkan karena kejenuhan pada situasi politik saat ini, bukan karena hak asasi politiknya. "Kita kuatir golput pada Pemilu 2009 bukan karena hak asasi politiknya, tapi karena kejenuhan, kemalasan dan capai. Oleh sebab itu perlu pendorong agar masyarakat tidak golput," ujarnya.

KNPI, lanjut Doli, akan berupaya dengan berbagai program untuk mendorong masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya. Disamping itu, apabila jumlah golput sedikit, maka pemilu 2009 sebagai ajang demokrasi yang bisa memberikan harapan baru.

Ditegaskan Doli, KNPI sebagai organisasi kepemudaan akan terus mengkampanyekan agar tidak terjadi golput. "Masyarakat punya hak pilih, gunakan hak pilih sebaik-baiknya agar hasil pemilu benar-benar bisa dirasakan," tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Doli mengungkapkan harapan KNPI agar ajang demokrasi lima tahunan bisa berlangsung bersih, bebas korupsi dan money politics. Diharapkan juga pemilu dapat memberikan harapan baru kepada masyarakat.

"Tidak kalah penting adalah bagaimana Pemilu 2009 bisa mengakomodasi generasi muda," pungkasnya. (zal/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads