Ketua RW Takut Saat Boleh Pegang Senpi

Ketua RW Takut Saat Boleh Pegang Senpi

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 17:55 WIB
Ketua RW Takut Saat Boleh Pegang Senpi
Jakarta - Bagi Ketua RW diperbolehkan menyimpan dan menggunakan senjata api (senpi) bukanlah sebuah kebanggaan. Sejumlah ketua RW yang ditemui justru takut dan was-was. Sebab, selain menambah urusan baru, para ketua RW sudah menyerahkan keamanan kepada polisi.

"Ke Pak Polisi saja lah. Kan dekat ke pospol. Kalau ada apa-apa tinggal knotak," kata Zul, Ketua RW 4 Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Senin, (22/12/2008).

Zul lebih menekankan tugas ketua RW menjadi tangan panjang lurah khususnya dalam hal administrasi dan kesejahteraan. Tetapi kalau urusan keamanan, Zul menyerahkan pada lembaga mitra bentukan polisi seperti Forum Komunikasi Polisi dan Masyarakat (FKPM), Sistem Komunikasi Masyarakat (Siskommas)dan Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdar Kamtibmas).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka kan diberi radio HT dan borgol. Jadi kalau ada apa-apa langsung kontak polisi. Kalau diberi senpi, malah urusannya bisa panjang. Saya malah nggak mau. Kalau sekedar fogging atau penyuluhan kesehatan, nggak apa," imbuh Zul.

Bahkan, Ketua RW 13 Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara langsung ogah bila diberi senjata mematikan itu. Sebab, pihaknya akan berurusan panjang bila terjadi sesuatu. RW 13 merupakan rukun warga yang membawahi "gang macan", gang yang diyakini lama berisi segala macam penjahat di Jakarta.

"Nggak mas. Kita jadi RW aja pada nggak mau, susah ngatur warga. Nanti kalau dibawai senpi, seperti nantang warga. Saya mau dijadiin dendeng apa?," ucap Suwarno.

Menurut Warno, sejauh ini pengamanan warga telah dikoordinasikan kepada polisi sektor dan pos polisi (kelurahan). Kemudian dibantu dengan FKPM, Siskommas dan Pokdar Kamtibmas. (Ari/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads