"Sesuai penjelasan, masalah itu ujung tombaknya adalah Deplu," ujar Kapuspen TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen usai menghadiri upacara penutupan Latgab Antiteror TNI Polri di Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin (22/12/2008).
Sagom menambahkan, sebelum mengirim kapal, TNI perlu melihat kekuatan sendiri. "Kita juga melihat kekuatan kita. Itu wilayah perairan yang jauh dari peraian kita," tegas Sagom.
Bila ada negara lain yang mengirim kapal perang, lanjut Sagom, hal itu merupakan pertimbangan dari masing-masing negara. Saat ini TNI AL tunduk pada keputusan pemerintah.
"Kebijakan Deplu itu kan Indonesia tidak mau berkomunikasi dengan perompak. Kita tunggu kebijakan dari Deplu. TNI itu hanya melaksanakan tugas, tidak bisa kita tiba-tiba mengirimkan kapal perang," jelas Sagom.
Negara lain seperti Iran dan China mengirimkan kapal perang untuk memerangi bajak laut di perairan Somalia yang dirasa semakin ganas meneror kapal dagang yang melintas di sana. Bahkan 11 WNI disandera oleh perompak. (nik/iy)











































