"Penumpang angkutan Natal dan Tahun Baru ini mencapai 5.793.488 orang," ujar Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dalam jumpa pers di Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2008).
Jusman merinci, prediksi penumpang angkutan jalan adalah 2.010.893 orang, penumpang angkutan laut sebesar 499.916, penumpang angkutan udara sebesar 1.547.896 orang dan penumpang kereta api adalah 1.734.783 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Koordinator Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru Soeroyo Alimoeso mengatakan, pola perjalanan ke tempat wisata ini akan meningkat, karena pengaruh penurunan harga premium dan solar.
"Banyak dari mereka akan berlibur menggunakan mobil-mobil pribadi ke tempat-tempat wisata," ujar Dirjen Perhubungan Darat ini.
Untuk itu, pemantauan diutamakan pada jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi-Gilimanuk, Bali serta jalur Merak, Jawa Barat-Bakauheni, Lampung.
Pemantauan juga dilakukan di 23 bandara di Indonesia, utamanya 4 bandara utama yang melayani jalur penerbangan Internasional, seperti Jakarta, Medan, Surabaya dan Denpasar.
"Banyak yang akan menuju ke Bali," kata dia.
Begitu juga peningkatan keamanan, akan bekerja sama dengan Kepolisian RI (Polri) untuk mengamankan jalur itu.
"Kita akan meminta untuk mengawasi muatan yang dibawa dalam bus dan angkutan lain. Untuk mencegah terjadinya indikasi yang tidak diinginkan yang bisa terjadi pada waktu Natal dan Tahun Baru. Penyeberangan dan terminal, awasi muatannya," tutur Soeroyo.
(nwk/nrl)











































