Fakta mengejutkan tersebut terungkap dalam dokumen-dokumen rahasia Kementerian Luar Negeri Jepang seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (22/12/2008).
Jepang merupakan satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan bom atom. Negeri Sakura itu telah lama berkampanye untuk menghapus senjata nuklir. Karena upaya itu pula, mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Eisaku Sato meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1974.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap Amerika Serikat akan membalas segera dengan menggunakan senjata nuklir dalam perang," ujar," ujar Sato dalam dokumen rahasia tersebut.
McNamara menjawab bahwa hanya AS yang punya kemampuan teknis untuk mengerahkan senjata nuklir ke luar negeri. McNamara dikenal sebagai arsitek Perang Vietnam.
Pada tahun 1960-an tersebut, China akan segera memulai "Revolusi Kultural". Hal ini yang mendorong kekhawatiran bagi Jepang. Baik Jepang maupun AS saat itu tidak memiliki hubungan diplomatik dengan China hingga tahun 1970-an.
Juru bicara pemerintah Jepang, Takeo Kawamura membela tindakan Sato kala itu. Sebabnya, China saat itu baru saja melakukan uji coba nuklir.
"Kita bisa mencapai kesimpulan bahwa tak ada senjata nuklir yang telah dibawa ke Jepang," imbuh Kawamura pada konferensi pers.
Sato menjadi PM Jepang mulai tahun 1964-1972 sehingga menjadikannya sebagai salah satu PM terlama di negeri itu.
(ita/iy)










































