Secara simbolis, Panglima TNI mencabut pita yang dikenakan pasukan TNI-Polri yang diwakili Sat 81 Gultor dan personel Den 88 Polri di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (22/12/2008).
"Saya kira tidak ada tugas yang tidak bisa kita selesaikan," ujar Djoko bangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, terkait latihan antiteror ini, Djoko belum bisa memaparkan rincian biaya yang dikeluarkan. Dia mengaku masih harus melakukan perhitungan dan evaluasi terlebih dahulu.
Hadir dalam upacara penutupan ini Menko Polhukam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, serta sejumlah perwira tinggi dari TNI dan Polri.
Latihan gabungan dibuka pada 19 Desember 2008 di Mabes Polri oleh Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, sedang praktek di lapangan dilakukan pada Minggu 21 Desember di sejumlah titik di Jakarta.
Sat Kopasus 81 Gultor beraksi di Hotel Sultan, pasukan khusus TNI AL Denjaka beraksi di Teluk Jakarta, sedang pasukan khusus TNI AU Denbravo beraksi di Halim Perdanakusumah, serta Densus 88 Polri di BEI. (ndr/iy)











































