"Pada waktu saya ke Kendari ada guru yang mengaku memukul murid karena muridnya mengatakan 'bangsat'. Padahal, perilaku murid merupakan cerminan guru," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi dalam konfrensi pers Catatan Akhir Tahun 2008 di Sindang Reret Resto, Jl Wijaya I, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2008)..
Adapun lokasi kekerasan terhadap anak paling tinggi terjadi di lingkungan sosial, yaitu sebanyak 906 kasus. Sedangkan posisi paling buncit yaitu kekerasan di domestik keluarga sebanyak 212 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna menanggulangi kekerasan dalam anak yang dilakukan oleh pengajar, hendaknya guru harus menciptakan sarana yang kondusif dan kreatif. Sehingga timbul semangat belajar dan menyenangkan.
"Kekerasan juga sedikit banyak di dukung oleh adat. Seperti di daerah timur ada pepatah yang berbunyi, di ujung rotan ada emas," pungkasnya.
(asp/irw)