Kurun 2008, Kekerasan di Sekolah Sangat Menonjol

Kurun 2008, Kekerasan di Sekolah Sangat Menonjol

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 13:48 WIB
Jakarta - Kekerasan terhadap siswa di lingkungan sekolah selama kurun 2008 sangat menonjol. Dari 406 kasus yang terjadi, siswa tersebut selain menjadi korban sesama temannya juga oleh para guru.

"Pada waktu saya ke Kendari ada guru yang mengaku memukul murid karena muridnya mengatakan 'bangsat'. Padahal, perilaku murid merupakan cerminan guru," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi dalam konfrensi pers Catatan Akhir Tahun 2008 di Sindang Reret Resto, Jl Wijaya I, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2008)..

Adapun lokasi kekerasan terhadap anak paling tinggi terjadi di lingkungan sosial, yaitu sebanyak 906 kasus. Sedangkan posisi paling buncit yaitu kekerasan di domestik keluarga sebanyak 212 kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sekolah, 116 kasus dilakukan oleh bapak guru sedang 16 kasus oleh ibu guru," tambahnya.

Guna menanggulangi kekerasan dalam anak yang dilakukan oleh pengajar, hendaknya guru harus menciptakan sarana yang kondusif dan kreatif. Sehingga timbul semangat belajar dan menyenangkan.

"Kekerasan juga sedikit banyak di dukung oleh adat. Seperti di daerah timur ada pepatah yang berbunyi, di ujung rotan ada emas," pungkasnya.
(asp/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads