Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/12/2008), api mulai membakar masjid di Saint-Priest, Lyon itu Sabtu pagi kemarin menjelang sembahyang Subuh. Api itu menghanguskan pintu masuk, dinding, dan beberapa Al Quran.
Sarkozy mencela insiden 'memalukan dan rasis' tersebut. Dia juga meminta agar pelakunya ditangkap secepat mungkin untuk dihukum. Kelompok-kelompok Islam dan para politisi juga mengecam serangan itu. Mereka menyebutnya aksi 'keji' dan 'kriminal.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mobilisasi ini menunjukkan kalangan Muslim tidak mau lagi diperlakukan seperti ini," ujar ketua takmir Masjid Akbar Lyon Kamel Kabtane.
Presiden dewan wilayah Muslim Azzedine Gacci mengatakan, selama 2 tahun terakhir telah terjadi 10 'aksi Islamopobis.' Dia meminta para demonstran mengutuk Islamopobia sebagaimana mereka mengutuk anti-Yahudisme dan rasisme.
Petugas kepolisian telah menyelidiki kebakaran tersebut. Namun mereka belum menemukan pelakunya.
Sebelumnya, ratusan nisan di sebuah kompleks pemakaman militer yang diperuntukkan bagi kaum Muslim dirusak pada awal Desember ini. Serangan tersebut merupakan yang ketiga kalinya selama kurang dari dua tahun terakhir. (sho/did)










































