Presiden Prancis Kecam Pembakaran Sebuah Masjid di Lyon

Presiden Prancis Kecam Pembakaran Sebuah Masjid di Lyon

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 04:47 WIB
Lyon - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy bergabung bersama kelompok-kelompok Islam mengutuk pembakaran sebuah masjid di wilayah pinggiran kota Lyon, Prancis. Ratusan orang berkumpul di luar masjid guna memprotes rasisme dan Islamopobia.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (21/12/2008), api mulai membakar masjid di Saint-Priest, Lyon itu Sabtu pagi kemarin menjelang sembahyang Subuh. Api itu menghanguskan pintu masuk, dinding, dan beberapa Al Quran.

Sarkozy mencela insiden 'memalukan dan rasis' tersebut. Dia juga meminta agar pelakunya ditangkap secepat mungkin untuk dihukum. Kelompok-kelompok Islam dan para politisi juga mengecam serangan itu. Mereka menyebutnya aksi 'keji' dan 'kriminal.'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para koordinator aksi mengatakan, sekitar 3.000 orang dari berbagai agama berkumpul di luar masjid menggelar aksi. Namun polisi memperkirakan jumlah mereka hanya sekitar 600.

"Mobilisasi ini menunjukkan kalangan Muslim tidak mau lagi diperlakukan seperti ini," ujar ketua takmir Masjid Akbar Lyon Kamel Kabtane.

Presiden dewan wilayah Muslim Azzedine Gacci mengatakan, selama 2 tahun terakhir telah terjadi 10 'aksi Islamopobis.' Dia meminta para demonstran mengutuk Islamopobia sebagaimana mereka mengutuk anti-Yahudisme dan rasisme.

Petugas kepolisian telah menyelidiki kebakaran tersebut. Namun mereka belum menemukan pelakunya.

Sebelumnya, ratusan nisan di sebuah kompleks pemakaman militer yang diperuntukkan bagi kaum Muslim dirusak pada awal Desember ini. Serangan tersebut merupakan yang ketiga kalinya selama kurang dari dua tahun terakhir. (sho/did)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait