Wiranto: Koalisi Masih Sebatas Embrio

Wiranto: Koalisi Masih Sebatas Embrio

- detikNews
Senin, 22 Des 2008 02:22 WIB
Wiranto: Koalisi Masih Sebatas Embrio
Jakarta - Meski wacana koalisi strategis antarparpol Islam yang dinamakan Poros Tengah II belakangan terus menggelinding, tapi belum ada parpol yang telah benar-benar berkoalisi. Kontak antarelite parpol yang terjalin baru sebatas langkah awal.

Demikian disampaikan Ketum DPP Partai Hanura, Wiranto, menjawab pertanyaan wartawan dalam keterangan tentang peringatan hari jadi ke-2 Partai Hanura di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/12/2008).

“Saat ini saya belum melihat ada koalisi permanen di antara partai-partai politik. Yang ada adalah komunikasi politik yang sedang dibangun sebagai embrio dari koalisi-koalisi secara permanen,” kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wiranto menegaskan, partai yang ia pimpin tidak menutup pintu menjalin koalisi dengan partai politik mana saja sepanjang punya semangat yang sama. Baik itu dengan sesama partai yang punya ideologi nasionalis maupun yang agamis, seperti partai Islam atau lainnya.

“Apakah itu partai Islam, apakah itu partai nasionalis, nggak ada masalah. Kami ingin berkoalisi dengan partai-partai yang satu semangat dengan kami membangun perubahan di negeri ini, bukan melanggengkan status quo,” ujar mantan Menhankam Pangab ini.

Tapi menurutnya sekarang bukan lah saat yang tepat untuk menentukan koalisi. Sebelum diketahui secara pasti hasil tetap Pemilu 2009, maka dengan sendirinya peta kekuatan masing-masing parpol untuk diajak mengusung pasangan bakal capres-cawapres belum bisa diketahui.

“Koalisi akan terbangun pada saat selesai pemilu legislatif,” sambungnya.

Deklarasi Capres

Karena masih menunggu hasil pemilihan legislatif, DPP Partai Hanura memilih untuk menunda deklarasi bakal capres yang mereka jagokan dalam Pilpres 2009. Padahal secara internal sudah ada kebulatan tekad bahwa adalah Wiranto yang kelak akan bersaing dengan SBY.

“Anda tahu Partai Hanura belum mengajukan calon presidennya, tetapi di internal sudah bulat ketua umumnya yang menjadi capres, tapi belum keluar
(dideklarasikan). Mengapa? Karena kami sedang konsentrasi secara rasional
menyusun kekuatan. Tanpa kekuatan dan peta politik yang kuat tidak mungkin kita melahirkan pemimpin yang kuat,” jelas Wiranto.

(lh/sho)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads