Demikian disampaikan Ketum DPP Partai Hanura, Wiranto, menjawab pertanyaan wartawan dalam keterangan tentang peringatan hari jadi ke-2 Partai Hanura di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (21/12/2008).
“Saat ini saya belum melihat ada koalisi permanen di antara partai-partai politik. Yang ada adalah komunikasi politik yang sedang dibangun sebagai embrio dari koalisi-koalisi secara permanen,” kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apakah itu partai Islam, apakah itu partai nasionalis, nggak ada masalah. Kami ingin berkoalisi dengan partai-partai yang satu semangat dengan kami membangun perubahan di negeri ini, bukan melanggengkan status quo,” ujar mantan Menhankam Pangab ini.
Tapi menurutnya sekarang bukan lah saat yang tepat untuk menentukan koalisi. Sebelum diketahui secara pasti hasil tetap Pemilu 2009, maka dengan sendirinya peta kekuatan masing-masing parpol untuk diajak mengusung pasangan bakal capres-cawapres belum bisa diketahui.
“Koalisi akan terbangun pada saat selesai pemilu legislatif,” sambungnya.
Deklarasi Capres
Karena masih menunggu hasil pemilihan legislatif, DPP Partai Hanura memilih untuk menunda deklarasi bakal capres yang mereka jagokan dalam Pilpres 2009. Padahal secara internal sudah ada kebulatan tekad bahwa adalah Wiranto yang kelak akan bersaing dengan SBY.
“Anda tahu Partai Hanura belum mengajukan calon presidennya, tetapi di internal sudah bulat ketua umumnya yang menjadi capres, tapi belum keluar
(dideklarasikan). Mengapa? Karena kami sedang konsentrasi secara rasional
menyusun kekuatan. Tanpa kekuatan dan peta politik yang kuat tidak mungkin kita melahirkan pemimpin yang kuat,” jelas Wiranto.
(lh/sho)











































