Riyadh - Sebagai salah satu negara yang menerapkan peraturan syariat Islam secara ketat, Arab Saudi memberlakukan sensor yang teramat ketat bagi peredaran dan penayangan film di bioskop. Namun belakangan ini sikap polisi agama di negara kerajaan tersebut mulai melunak.
Mereka membolehkan keberadaan bioskop dengan catatan isi film yang ditampilkan cocok dengan Islam. "Kami tidak menolak keberadaan bioskop apabila filmnya bagus dan tidak melanggar aturan dalam Islam," ungkap kepala polisi agama Arab Saudi Ibrahim al-Ghaith seperti dilansir
Reuters, Minggu (21/12/2008).
Sebelumnya, selama tiga dekade Arab Saudi melarang film pemutaran film di bioskop. Tidak jelas alasan apa yang menyebabkan al-Ghaith melunak. Yang jelas, Raja Arab Saudi Abdullah sebelumnya pernah mengatakan, di tengah perubahan dunia negaranya tidak boleh berdiam diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi agama yang berada di bawah kepemimpinan Ghaith memiliki otoritas luar biasa dalam keseharian masyarakat Saudi. Mereka diberi wewenang untuk mencari sumber-sumber minuman beralkohol, narkotika, dan pelacuran. Selain itu, mereka juga diwajibkan memastikan setiap toko tutup selama waktu sholat dan memberlakukan sistem pemisahan tegas antara laki-laki dan perempuan.
(alf/sho)