"Setiap hari mereka (AS) mengubah pernyataan mereka untuk menutupi kekalahan mereka," tegas juru bicara Taliban Yousuf Ahmadi sebagaimana yang dilansir news.com.au, Minggu (21/12/2008).
"Mereka kini ingin mengirim lebih banyak pasukan ke Afghanistan. Dahulu Rusia juga mengirim banyak pasukan, namun mereka kalah secara mengenaskan," tambahnya merujuk pada perjuangan gerilyawan Mujahidin melawan Soviet di tahun 1980-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak tentara, semakin banyak target untuk Taliban," tegasnya.
Sebelumnya, Laksamana Mike Mullen, Kepala Staf Gabungan AS mengatakan bahwa tahun depan keberadaan pasukan AS di Afghanistan akan ditambah. Direncanakan, sekitar 30.000 serdadu tambahan akan dikirim sebagai lanjutan dari perang melawan teror.
Menyusul permintaan kepala pasukan AS di Afghanistan Jenderal David McKiernan dan juga janji Presiden terpilih AS Barack Obama, keberadaan pasukan AS di Afghanistan akan ditambahh sebagai upaya untuk membasmi sumber terorisme yang diyakini sesungguhnya berada di Afghanistan dan bukannya Irak.
Terlebih makin gencarnya eskalasi serangan oleh gerilyawan Taliban, yang meski telah dikalahkan AS pada tahun 2001 hingga kini masih memiliki pengaruh kuat di negara Afghanistan.
(alf/nrl)










































