Mendapat pesan itu, Pasukan khusus TNI AL Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) segera bergerak. 5 Speed boat berangkat dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok meluncur ke sasaran.
Tiba di sasaran, 5 speed boat beserta KRI Sanca sebagai kapal pemantau segera mengepung kapal. KRI Sanca melepaskan sekali tembakan smoke gun ke udara. Lewat pengeras suara terdengar perintah kepada teroris untuk menyerah. "Kami perintahkan untuk menyerah. Kami tidak main-main Jika tidak, kami akan bertindak," teriak KRI Sanca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai di atas haluan kapal, Denjaka segera menguasai keadaan. Semua personel dalam posisi siap. Penyerbuan dimulai setelah semua personel Denjaka berhasil dinaikkan ke kapal. Mereka langsung menuju ruang kendali nakhoda kapal dimana teroris berada.
Braakkk..... pintu ruang nakhoda didobrak paksa. 5 Personel Denjaka merangsek masuk sambil menembakkan peluru ke teroris. Teroris tidak melakukan perlawanan dan dalam sekejap mampu dilumpuhkan.
Para sandera segera dievakuasi ke haluan kapal. Sementara para teroris yang mengenakan topeng, diikat dan dikumpulkan dalam satu ruangan.
Setelah menguasai kapal tanker, Denjaka melakukan penyisiran. Denjaka menemukan sejumlah bom aktif di dalam kapal. Segera saja Polri dikontak. Seketika itu juga, helikopter Polri datang. Seorang penjinak bom diterjunkan ke tanker dan kemudian menjinakkan bom yang ditemukan. Bom lainnya dibungkus oleh selimut bom dan dievakuasi menggunakan helikopter.
Usai dinyatakan aman, para sandera segera dievakuasi dengan speed boat. Sebagian diangkut dengan helikopter. Misi pun selesai.
Begitulah gambaran latihan penanggulangan teror yang digelar TNI AL bersama Polri di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Minggu (21/12/2008).
Dalam latihan ini, TNI AL menurunkan pasukan khususnya yakni Denjaka. Denjaka dibentuk secara khusus untuk menanggulangi tindakan terorisme yang terjadi di perairan Indonesia.
Latihan yang digelar mulai pukul 11.00 WIB ini berakhir sekitar pukul 13.00 WIB di perairan Teluk Jakarta. Kepala Staf TNI AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno ikut menyaksikan langsung. Ia dan rombongan Mabes TNI AL menyaksikan simulasi itu dari KRI Teuku Umar.
(Rez/irw)











































