Cuaca Dingin Serang Madinah, Jamaah Harus Banyak Makan Minum

Laporan dari Arab Saudi

Cuaca Dingin Serang Madinah, Jamaah Harus Banyak Makan Minum

- detikNews
Minggu, 21 Des 2008 15:10 WIB
Cuaca Dingin Serang Madinah, Jamaah Harus Banyak Makan Minum
Madinah - Cuaca dingin menyerang Madinah, para jamaah haji harus waspada. Kegiatan yang tidak mendesak diminta untuk tidak dilakukan agar jamaah tetap dalam kondisi fit sampai kembali ke Tanah Air.
 
"Kondisi cuaca dingin seperti yang terjadi di Madinah saat ini sangat rawan bagi yang mengidap penyakit asma, jantung dan penyakit yang tidak mentolerir hawa dingin. Karena itu, jamaah harus pintar-pintar mengatur jadwal. Jangan memaksakan diri," kata Wakadaker bidang kesehatan Bermawy Sjahdjam pada detikcom, Minggu (21/12/2008).
 
Menurut Bermawy, dengan cara menjaga diri hanya beraktivitas soal ibadah serta tetap menjaga kesehatan dengan makan yang cukup dan memenuhi kebutuhan minum yang memadai, insya Allah kesehatan jamaah akan terjamin hingga mudik nanti.
 
"Jadi aktivitas yang diprioritaskan kalau bisa yang terkait dengan ibadah saja dan ziarah. Selain itu harus dikurangi agar sehat. Minum yang cukup pakai jaket yang tebal," sarannya.
 
Hingga kini sudah ada 32.872 jamaah haji Indonesia yang masuk kota Madinah. Mereka akan menjalankan ibadah sunnah salat Arbain dan melakukan ziarah ke makam Rasulullah dan tempat-tempat bersejarah lainnya seperti Jabal Uhud, masjid-masjid dan lain-lain.
 
Suhu kota Madinah saat ini mencapai 15 derajat Celcius dengan kelembaban udara 21 derajat. Ukuran ini masih bisa ditolerir oleh jamaah haji yang biasa dengan cuaca dingin seperti jamaah yang tinggal di daerah Puncak.
 
Sementara itu, jumlah jamaah yang telah tiba di Tanah Air saat ini telah mencapai  56.906 jamaah. Sisanya masih tersebar di Makkah sebanyak 100 ribu jamaah dan Jeddah 8.460 jamaah.
 
Jamaah haji meninggal dunia sampai pukul 10.00 WAS mencapai 328 dengan penyebab terbanyak karena sistem sirkulasi dan pernafasan yang mencapai 303 jamaah. Sisanya meninggal akibat berbagai penyakit yang angkanya di bawah 10 orang.

(yid/nrl)


Berita Terkait