Hal itu mengemuka dalam pembicaraan tingkat tinggi Duta Besar RI untuk Rusia Hamid Awaludin didampingi staf dengan Southern Federal University dan Don State Technical University di Rostov, Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya kepada detikcom Sabtu petang atau Minggu (21/12/2008).
Pertemuan yang digelar pada 19/12/2008 itu membahas tentang wacana kerjasama seperti yang sudah dilakukan dengan University of St. Petersburg, Moskow Buman University,Β Peoplesβ Friendship University of Russia (RUDN). Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Double Degree
Dubes Hamid meminta kepada rektor dua perguruan tinggi di tepi Laut Hitam itu untuk dapat lebih fleksibel. Kegiatan seperti tukar menukar dosen dan mahasiswa serta riset bersama menjadi topik-topik yang sangat mungkin dilakukan.
"Kerjasama dalam bentuk double degree akan disepakati setelah mempelajari bobot mata kuliah di masing-masing perguruan tinggi. Bahkan saya minta mereka untuk menekan tuition yang ditawarkan," paparnya.
Dalam kesempatan itu Hamid juga terus mengkampanyekan program beasiswa Darmasiswa dari Indonesia kepada mahasiswa Rusia. "Anda bisa belajar budaya dan bahasa di Indonesia selama 6 bulan-1 tahun for free di salah satu dari 44 universitas di seantero nusantara," terang Hamid.
Rusia ke Indonesia
Sebagai salah satu hasil nyata, tim rektor RUDN akan melakukan lawatan kerja ke Indonesia pada 14-20/1/2009 untuk membicarakan kerjasama dengan UI, ITB dan UGM.
Diharapkan dari pembicaraan para pihak itu dapat langsung diteken kesepakatan yang menjadi payung kerjasama di masa datang.
Bersamaan dengan itu KBRI Moskow juga akan mengirim tim di bawah Deputy Chief of Mission Agus Sriyono, untuk melakukan pembicaraan dengan rektor beberapa universitas di Indonesia, sekaligus memberikan kuliah umum tentang Rusia Baru dan Peluang Belajar di Rusia.
Diversifikasi
Diversifikasi pengetahuan memang dijadikan salah satu tema sentral aktivitas KBRI Moskow di 2009. Untuk merealisasikannya, Dubes Hamid Awaludin didampingi staf melakukan tour ke berbagai universitas unggulan di Rusia dalam dua bulan terakhir.
Dalam setiap kunjungannya, Hamid juga selalu memberi kuliah umum tentang perkembangan di Indonesia saat ini.
Di Southern Federal University dia mengangkat tema "Indonesia dan Peranan Wanita", sedangkan di Don State Technical University adalah "Perkembangan Demokrasi di Tanah Air." Setiap pertemuan dihadiri tidak kurang dari 80 mahasiswa dan dosen setempat dengan pertanyaan-pertanyaan cukup tajam.
(es/es)











































