Arus Mahasiswa RI ke Rusia Harus Meningkat

Diplomasi Pendidikan

Arus Mahasiswa RI ke Rusia Harus Meningkat

- detikNews
Minggu, 21 Des 2008 13:20 WIB
Arus Mahasiswa RI ke Rusia Harus Meningkat
Moskow - Mahasiswa RI diharapkan lebih banyak lagi ke Rusia sebagai salah satu sumber pengetahuan alternatif, selain Amerika, Australia dan Eropa Barat. Informasi tentang Rusia Baru juga akan digenjot di Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam pembicaraan tingkat tinggi Duta Besar RI untuk Rusia Hamid Awaludin didampingi staf dengan Southern Federal University dan Don State Technical University di Rostov, Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya kepada detikcom Sabtu petang atau Minggu (21/12/2008).

Pertemuan yang digelar pada 19/12/2008 itu membahas tentang wacana kerjasama seperti yang sudah dilakukan dengan University of St. Petersburg, Moskow Buman University,Β  Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN). Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua belah pihak sepakat bahwa jumlah mahasiswa Indonesia perlu ditingkatkan dan kerjasama antaruniversitas dimulai. "Sumber pengetahuan tidak boleh terbatas, harus ada banyak alternatif, sehingga peradaban Indonesia tidak pernah berhenti berkembang," ujar Dubes.

Double Degree

Dubes Hamid meminta kepada rektor dua perguruan tinggi di tepi Laut Hitam itu untuk dapat lebih fleksibel. Kegiatan seperti tukar menukar dosen dan mahasiswa serta riset bersama menjadi topik-topik yang sangat mungkin dilakukan.

"Kerjasama dalam bentuk double degree akan disepakati setelah mempelajari bobot mata kuliah di masing-masing perguruan tinggi. Bahkan saya minta mereka untuk menekan tuition yang ditawarkan," paparnya.

Dalam kesempatan itu Hamid juga terus mengkampanyekan program beasiswa Darmasiswa dari Indonesia kepada mahasiswa Rusia. "Anda bisa belajar budaya dan bahasa di Indonesia selama 6 bulan-1 tahun for free di salah satu dari 44 universitas di seantero nusantara," terang Hamid.

Rusia ke Indonesia

Sebagai salah satu hasil nyata, tim rektor RUDN akan melakukan lawatan kerja ke Indonesia pada 14-20/1/2009 untuk membicarakan kerjasama dengan UI, ITB dan UGM.

Diharapkan dari pembicaraan para pihak itu dapat langsung diteken kesepakatan yang menjadi payung kerjasama di masa datang.

Bersamaan dengan itu KBRI Moskow juga akan mengirim tim di bawah Deputy Chief of Mission Agus Sriyono, untuk melakukan pembicaraan dengan rektor beberapa universitas di Indonesia, sekaligus memberikan kuliah umum tentang Rusia Baru dan Peluang Belajar di Rusia.

Diversifikasi

Diversifikasi pengetahuan memang dijadikan salah satu tema sentral aktivitas KBRI Moskow di 2009. Untuk merealisasikannya, Dubes Hamid Awaludin didampingi staf melakukan tour ke berbagai universitas unggulan di Rusia dalam dua bulan terakhir.

Dalam setiap kunjungannya, Hamid juga selalu memberi kuliah umum tentang perkembangan di Indonesia saat ini.

Di Southern Federal University dia mengangkat tema "Indonesia dan Peranan Wanita", sedangkan di Don State Technical University adalah "Perkembangan Demokrasi di Tanah Air." Setiap pertemuan dihadiri tidak kurang dari 80 mahasiswa dan dosen setempat dengan pertanyaan-pertanyaan cukup tajam.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads