Direncanakan, 20.000 hingga 30.000 tentara akan dikerahkan ke negara terpencil di Asia Tengah tersebut.
"Sekitar 20.000 hingga 30.000 dari jumlah tentara kami di sana sekarang," demikian penjelasan Laksamana Mike Mullen sebagaimana yang dilansir news.com.au, Minggu (21/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal Angkatan Darat AS David McKiernan sebelumnya telah meminta tambahan pasukan untuk menghambat perkembangan Taliban yang semakin cepat khususnya di timur dan selatan Afghanistan. Saat ini, di Afghanistan terdapat setidaknya 31.000 tentara AS.
Sebagian di antaranya bertindak independen, sebagian lagi tergabung dalam pasukan bersama NATO. AS sendiri menyerbu Afghanistan pada akhir 2001 pasca serangan 11 September 2001 dan berhasil menumbagkan rezim Taliban.
Dalam beberapa kesempatan Presiden AS terpilih Barack Obama menyatakan akan menjadikan Afghanistan sebagai pusat perang melawan terorisme. Apakah Afghanistan akan menjadi 'Irak' yang baru?
(alf/nrl)











































