"Tubuh memang kelihatan sehat, tapi ini (sambil menunjuk kepala) sudah tidak kuat karena sakit," katanya ketika ditemui di kediamannya, Wisma Langen Werdhasih, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/12/2008).
NH Dini terserang vertigo dan penyakit lain karena usia yang sudah lanjut beberapa tahun lalu. Dua tahun terakhir, penyakitnya kian parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada lukisan yang paling saya cintai. Semua saya cintai. Yang agak spesial hanya ini," katanya sambil menunjuk lukisan terbesar dan terbuat dari kertas Cina.
NH Dini menghentikan aktivitas menulisnya dengan harapan bisa fokus mencari
dana untuk biaya pengobatan.
"Mungkin setelah Juli tahun depan, dua naskah itu saya teruskan," katanya.
Meski terhambat penyakit, kemauan belajar perempuan yang memiliki beberapa
pondok baca itu tetap tinggi. Ke depan, dia ingin melukis dengan akrilik.
"Saya belum pernah menggunakan akrilik. Nanti setelah lukisan terjual, saya
ingin melukis dengan akrilik," ungkapnya.
Dilihat dari performance-nya, NH Dini tak seperti orang dengan usia 73 tahun. Perempuan yang hidup sendiri itu terlihat tegar baik dari sikap dan bahasa tubuhnya.
(try/rdf)











































