lukisan demi mendapatkan biaya pengobatan.
"Paling tidak sampai Juli tahun depan, saya tidak akan buka komputer. Saya akan jual lukisan dulu," katanya di kediamannya, Wisma Langen Werdhasih, Desa Lerep, Kec. Ungaran, Kab. Semarang, Sabtu (20/12/2008)
.
Pengarang Novel Pada Sebuah Kapal ini mengaku selama ini tidak mendapatkan bantuan dari siapapun. Karena itu, dia harus bertahan dengan menjual karyanya.
"Dulu ada teman pramugari yang baik hati, namanya Yohana,Β yang mengirim Rp 500 ribu tiap bulan. Tapi sejak suaminya meninggal dua tahun lalu, bantuan itu berhenti. Tidak apa-apa," papar perempuan yang usianya menjelang 73 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dalam waktu dekat, dia juga ke Jakarta. "Saya masih tercatat sebagai anggota Akademi Jakarta. Tanggal 22 Desember besok, saya ke Jakarta," jelasnya.
NH Dini tinggal seorang diri di sebuah rumah mungil di Kompleks Wisma Langen Werdhasih, di perbukitan Gunung Ungaran. Hanya kesejukan dan kesepian yang melingkupi kawasan tersebut.
(try/gah)











































