"Pemerintah tidak fair. Kalau kita melihat dari UUD pasal 33 pemerintah harus menurunkan segera. Jangan rakyat dijadikan objek pemilu. Rakyat bisa bikin class action," ujar pengamat bisnis perminyakan Ade Daud Nasution.
Hal ini disampaikan Ade dalam diskusi bertajuk "Turunnya Harga BBM Realistis Atau Politis?" di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2008).
Menurut mantan anggota DPR ini, pemerintah jangan menjadikan rakyat sebagai obyek pemilu terkait harga BBM.
"Kita mesti bayar sekian untuk hajat hidup kita sendiri. Kenapa pemerintah ambil untung terlalu besar? Kita beli obat di apotek saja ada harga eceran tertinggi HET," kata caleg nomor IV PAN untuk dapil Jaksel, Jakut dan luar negeri ini.
Sebelumnya pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy mengatakan, idealnya harga BBM sekarang Rp 2.500. Sedangkan sekarang premium dijual Rp 5.000.
Pemerintah menurunkan harga premium per 1 Desember dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500. Namun secara tiba-tiba mulai 15 Desember, pemerintah menurunkan lagi sebesar Rp 500, sehingga harga premium menjadi Rp 5.000.
Selain premium pemerintah juga menurunkan harga solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800. (nik/gah)











































