"Idealnya, harga BBM sekarang Rp 2.500. Sedangkan sekarang dijual Rp 5.000. Berarti ada selisih Rp 2.500. Nah, itulah kemudian yang membuka peluang bagi Pertamina untuk membiayai politik," ujar pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy.
Hal ini disampaikan Ichsanuddin dalam diskusi bertajuk "Turunnya Harga BBM Realistis Atau Politis?" di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2008).Ichsanuddin menyarankan agar BPK dan KPK mengawasi kerja Pertamina. "Karena ada selisih itu bisa digunakan untuk aji mumpung untuk membiayai kepentingan di luar Pertamina," kata Ichsanuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain premium pemerintah juga menurunkan harga solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800. (nik/gah)











































