Menag Turun Langsung Cek Pelayanan Haji di Tanah Suci

Laporan dari Arab Saudi

Menag Turun Langsung Cek Pelayanan Haji di Tanah Suci

- detikNews
Sabtu, 20 Des 2008 12:14 WIB
Menag Turun Langsung Cek Pelayanan Haji di Tanah Suci
Makkah - Setelah mendapatkan berbagai SMS komplain buruknya pelayanan haji dari para jamaah Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni langsung turun ke lapangan untuk membuktikannya sendiri. Dengan didampingi istri tercintanya, Maftuh mendatangi pemondokan-pemondokan jamaah haji yang disebutnya di akhir dunia yang berada didaerah yang berakhiran 'Yah' seperti Ka'kiyyah dan Saukiyyah.

Hasilnya, Maftuh mengaku hanya bisa menangis melihat kondisi jamaah itu. Namun dia tidak
menyebutkan temuan-temuannya secara rinci. Maftuh hanya menyampaikan bahwa penyelengaraan haji tahun depan akan diperbaiki semaksimal mungkin dan tidak akan bermain-main lagi dengan jauhnya pemondokan jamaah seperti tahun ini. Dia juga berjanji akan meneliti semua asal muasal permasalahan haji tahun ini.

"Saya memang telah jalan-jalan melihat langsung kondidi jamaah di pemondokan yang berada di Yah-Yah itu. Hasilnya ya kita akan jadikan bahan evaluasi. Nanti lihat aja sendiri. Biasanya jamaah kalau tidak puas kan ngerendem (bisik-bisik). Kalau enak, baru diam," kata Maftuh saat mengunjungi ruang kerja wartawan MCH Makkah, Sabtu (20/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai kunjungannya itu, Maftuh berkomitmen untuk memperbaiki pelayanan jamaah haji pada tahun berikutnya. Dia mengklaim sudah menyimpan sebuah 'pedang' yang siap memenggal siapa pun yang bermain-main dengan urusan tamu Allah ini.

"Nanti temen-temen pers akan tahu sendiri. Kita akan benahi semuanya," jawabnya.

Yang pasti saat ini, masalah haji sudah tidak lagi menjadi persoalan internal Depag.
Sejumlah anggota DPR lintas fraksi sudah secara resmi mengajukan usul hak angket atas buruknya penyelenggaraan haji tahun ini. DPD juga menilai hal yang sama dan mendukung langkah DPR dengan hak angketnya agar dilakukan penyelidikan atas berbagai masalah penyelenggaraan haji.

Sikap DPR yang mengunakan hak politinya menuntut Menag Maftuh Basyuni harus
mempersiapkan diri dengan amunisi-amunisi berupa data yang lengkap untuk menjawab pertanyaan politisi senayan nantinya. Kalau Menag gagal mengungkap siapa yang bermain di balik carut marutnya penyelenggaraan haji tahun ini transparan dan bertanggungjawab, tak hanya Menag yang akan menjadi korban doa-doa para tamu Allah yang 'terdzolimi' ini.

Presiden SBY yang harusnya memberikan pengawasan langsung dan sekaligus atasan Menag, juga akan merasakan pil pahit hak angket DPR. Kalau tidak sampai penjatuhan
kursi presiden, seperti pada masa Gus Dur yang dimulai dengan Hak angket. Atau paling tidak citra presiden SBY yang konon akan maju lagi dalam pilpres 2009 akan tergganggu dengan usul anggota DPR ini.

Karena itulah, kesungguhan dan keseriusan para wakil rakyat ini benar-benar sangat
ditunggu masyarakat. Jika DPR kembali mempermainkan hak angket ini semata-mata untuk
kepentingan sesat dagang sapi politik, seperti yang dilakukan dalam usul hak angket selama ini. Bahkan bukan tidak mungkin azab Allah melalui doa para tamu Allah yang 'terzalimi' juga akan menimpa para wakil rakyat yang seperti ini. (yid/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads