"Tuntutan mereka belum dijelaskan hingga saat ini," ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah kepada detikcom, Sabtu (20/12/2008).
Menurut Faiz, komunikasi antara pemilik kapal dari Malaysia dan para bajak laut terus berlangsung. Namun dalam perkembangannya, perbedaan bahasa masih menjadi kendala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil komunikasi terakhir, diketahui bahwa kesebelas WNI tersebut dalam keadaan sehat. Hal ini dipastikan oleh para bajak laut melalui hubungan telepon.
Selain itu, pihak Deplu kini sudah berhasil menghubungi pihak keluarga dari para WNI. Menurut Faiz, keluarga sempat syok dan tidak menduga hal seperti ini bisa menimpa mereka.
"Sampai tadi malam, ada 9 keluarga yang sudah kita hubungi. Dua Lagi masih menunggu datanya," kata Faiz.
Para bajak laut Somalia telah membajak lebih dari 40 kapal tahun ini, kebanyakan di Teluk Aden, Yaman, untuk meminta tebusan. Pasukan Angkatan Laut multinasional sebenarnya berpatroli di daerah tersebut. Namun mereka tak sanggup mengawasi perairan luas itu setiap waktu. (mad/gah)











































