"Kalau pas berjubel, bikin enggak nyaman, dempet-dempetan," ucap seoarng pengguna TrnasJakarta, Zhen saat berbincang di Jakarta, Sabtu (20/12/2008).
Karyawati sebuah perusahaan di kawasan Kuningan ini menuturkan, yang tambah bikin tidak enak saat mesti menunggu kedatangan bus.
"Lama, mesti mengantri lagi," imbuhnya.
Kehadiran TransJakarta atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Busway, pada awalnya memang menawarkan sarana alternatif bagi pengguna kendaraan pribadi. Kendaraan yang nyaman dan jalur yang bebas macet menjadi penawaran.
Tapi waktu berlalu, penumpang yang membludak dan penyerobotan jalur khusus kadang membuat bus ini penuh sesak dan juga terjebak kemacetan.
"Jadi kadang enggak beda dengan naik bus biasa," ujar Rola, seorang pengguna busway lainnya.
Sementara menurut Manajer Pengendalian BLU Transjakarta Rene Nunumete, pihaknya akan memperhatikan keluhan para pengguna kendaraan TransJakarta ini.
"Keluhan pelanggan kita buat evaluasi. Memang pada jam sibuk penumpang membludak, oleh karena itu kita upayakan dalam kecepatan pelayanan," tambahnya.
Bagaimana dengan penyerobotan jalur yang kadang membuat macet juga? "Itu akan kita koordinasikan dengan pihak kepolisian," tandasnya. (ndr/mad)











































