"Saya menyampaikan permintaan maaf bila bapak ibu sekalian mendapatkan maktab yang jauh. Sekali lagi saya mohon maaf atas segala kekurangan," kata Maftuh saat meninjau prosesi pemulangan jamaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Kamis (19/12/2008)
Berkali-kali, mantan Dubes RI di Arab Saudi ini menyampaikan permintaan maafnya. Dan dia berjanji untuk tahun ke depannya, hal ini diupayakan tidak akan terulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maftuh juga menyatakan penyelengaraan haji tahun ini masih dianggap sukses walau dengan catatan. Sukses karena secara umum prosesi Armina berjalan lancar meski masih ada beberapa kekurangan.
"Penyelengaraan haji tahun ini sukses, Tapi sukses dengan catatan. Catatannya karena banyak jamaah yang mengeluhkan soal jauhnya pemondokan. Saya kira laporan pemondokan jauh itu, jauh yang wajar, ternyata di akhir dunia (mengistilahkan jauhnya pemondokan jamaah tahun ini yang sampai 10 KM dari masjidil haram)," jelasnya.
Memang atas persoalan pemondokan ini, banyak pesan yang masuk ke telepon selulernya. Isinya baik berupa keluhan ataupun kritikan pedas.
"Saya banyak menerima SMS dari jamaah. Isinya macam-macam, ada yang mengeluh, ada yang mengkritik bahkan ada yang mencaci maki. Awalnya, saya marah dan tersinggung, tapi setelah saya cek ke lapangan langsung, ternyata SMS itu tidak sepenuhnya salah," terang Maftuh.
Diakuinya, soal pemondokan, seperti yang dia tinjau ke lapangan begitu memperihatinkan.
"Saya menangis saat melihat langsung kondisi jamaah kita, karena itu saya minta maaf kepada jamaah haji. Untuk tahun 2009, (penyelenggaraan haji) saya akan pegang sendiri," tandasnya. (yid/ndr)











































