Kesatuan Belanda bersama pasukan Afghanistan Jumat siang tadi pukul 14.00 waktu setempat terlibat kontak tembak dengan Taliban ketika sedang melakukan operasi pada sisi utara lembah Baluchi. Kawasan ini jarang dilalui pasukan Task Force Uruzgan.
Ketika sedang terjadi kontak tembak itulah kemungkinan Mark menginjak alat peledak improvisasi (improvised explosive device/IED), demikian pengumuman resmi Kementerian Pertahanan Belanda dalam websitenya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan bahwa Taliban di Uruzgan saat ini sudah semakin lemah dan mengonsentrasikan diri terutama pada bentuk serangan seperti ini.Β Β Β
Selain Mark masih ada dua serdadu Belanda yang cedera pada kepala dalam peristiwa itu. Tapi nama kedua serdadu cedera tersebut tidak diumumkan. Ketiganya baru dievakuasi ke rumah sakit Kamp Holland setelah pasukan Zeni menyisir lokasi untuk mencari kemungkinan bom lainnya.
Saat ini pihak keluarga telah diberitahu mengenai gugurnya Mark. Sementara serdadu yang cedera dapat mengabarkan sendiri keadaan mereka kepada keluarganya.
Mark adalah korban tewas ke-18 pada pihak militer Belanda di Afghanistan sejak medio 2006 atau ke-6 tahun ini. Sebanyak 7 dari 18 serdadu Belanda itu tewas oleh ledakan IED.
Salah satu dari mereka adalah Letnan Satu Dennis van Uhm, putera sang panglima Jenderal Peter van Uhm. Dennis terbunuh (18/4/2008), tepat sehari setelah ayahnya resmi dilantik menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Belanda. (es/es)











































