Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Gedung Kantor Baru DPRD Nias di Desa Ononamolo, Gunungsitoli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (19/12/2008).
Pada penyerahan aset kali ini, Pemerintah Provinsi Sumut menerima aset sebesar Rp 110.900.827.350. Pemerintah Kabupaten Nias menerima nilai aset sebesar Rp 232.927.851.453.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto menyatakan tota seluruh aset rekonstruksi Nias yang diserahkan dari pertama hingga yang kelima mencapai Rp 1.802 triliun dan total nilai aset rekonstruksi Nias yang akan nanti diserahkan pada tahap VI akan mencapai nilai sekitar Rp 2,1 triliun.
"Anggaran untuk membangun aset-aset ini tidak seluruhnya berasal dari APBN. Ada juga sumbangan dari berbagai lembaga donor yang terlibat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi Nias," jelas Kuntoro.
Kuntoro menambahkan, tantangan ke depan adalah pemeliharaan aset-aset rehabilitasi dan rekonstruksi Nias yang telah diserahkan. Sangat disayangkan jika aset-aset ini tidak dipergunakan dan tidak terpelihara dengan baik. Rekonstruksi harus berakhir namun namun masa depan Nias jauh lebih panjang dari 3,5 tahun proses rekonstruksi di Nias.
Sementara Kepala BRR Perwakilan Nias William Sabandar menjelaskan bahwa selain BRR terdapat 12 lembaga donor yang turut menyerahkan aset rekonstruks Nias pada hari ini. Lembaga-lembaga donor tersebut adalah ILO (International Labour Organization) dengan total nilai aset sebesar Rp 959.280.144 berupa bangunan jalan.
FRC (Frech Red Cross) dengan total aset sebesar Rp 3.538.588.053 berupa bangunan pasar tradisional. Asia Pro Eco II sebesar Rp 2.633.377.233 berupa bangunan pada sector pendidikan.
Unicef sebesar Rp 16.703.267.261 berupa 6 gedung SD serta sector air minum dan sanitasi. ACTED (Agency for Technical Cooperation and Development) sebesar Rp 4.538.967.200 berupa bangunan air dan sanitasi. OBI (Obor Berkat Indonesia) menyumbangkan aset sebesar Rp 1.147.498.200 pada sektor kesehatan.
ARC (Australian Red Cross) menyumbangkan aset sebesar Rp 6.900.000.000 pada sector pendidikan dan RESA Project/KfW dari Pemerintah Federal Jerman menyumbangan aset sebesar Rp 76.359.162.800 pada sector pendidikan. Sedangkan SAB-SAS menyumbangkan aset senilai Rp 2.253.245.612 berupa bangunan fasilitas pemerintahan.
JICS Japan International Cooperation System (JICS) menyumbangkan aset sebesar Rp 68.407.805.200 pada 3 sektor, yaitu air dan sanitasi, ekonomi dan kesehatan. HALCROW menyumbangkan aset bangunan irigasi senilai Rp 5.330.943.000 dan AusAid/NRP menyumbangkan lima gedung kantor camat senilai Rp 7.190.772.875.
Sedangkan BRR menyerahkan nilai aset sebesar Rp 369.189.685.739 terdiri dari berbagai sector, seperti transportasi berupa jalan dan jembatan, 2 pelabuhan yaitu Pelabuhan Gunungsitoli dan Pelabuhan Sirombu. Dua bandara yaitu Bandara Binaka Gunungsitoli dan sebiah airstreap di Teluk Dalam Nias Selatan.
Selain itu juga berbagai bangunan kelembagaan/pemerintahan, antara lain Kantor Bupati Nias Selatan, Kantor DPRD Nias dan bangunan serta bangunan pengamanan pantai di Nias Selatan. (rul/ndr)










































