"Mereka menyatakan akan membantu kami dalam pencegahan penyebaran rabies," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung Made Badra di kantornya, jalan Mawar, Denpasar, Jumat (19/12/2008).
Australia dan FAO turut membantu pencegahan rabies di Bali karena tertarik dengan kasus KLB rabies di Bali. Bantuan tersebut berupa kampanye anti rabies kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencegah menyebarnya wabah rabies, pemerintah Kabupaten Badung kian gencar melakukan vaksinasi terhadap binatang anjing. Pemerintah Badung menargetkan vaksinasi anjing mencapai angka 80-85 persen dari populasi. Populasi anjing yang tersebar di Kabupaten Badung sekitar 15 ribu ekor.
"Jika vaksinasi sudah mencapai angka 85 persen, maka badung masuk kategori aman rabies. Kita berupaya agar mencapai 100 persen populasi," kata Badra.
Untuk menyatakan bebas rabies, uji laboratorium akan dilakukan pada tiga bulan setelah vaksinasi. Rencananya, pemerintah Kabupaten Badung akan melakukan vaksinasi lagi terhadap 9000 ekor anjing di Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (20/12/2008).
Saat ini anjing yang telah divaksinasi sebanyak 1666 ekor. Vaksinasi akan digelar di 72 lokasi yang tersebar diΒ delapan desa. Vaksinasi dilakukan oleh Tim Vaksinasi Anti Rabies (VAR) yang terdiri dari dokter hewan dan para relawan. (gds/djo)











































