Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Dr Rais Yatim seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Jumat (19/12/2008).
Ke-11 WNI tersebut merupakan kru kapal Masindra 7 milik perusahaan Malaysia.
"Para pembajak, melalui komunikasi satelit mereka dengan pemilik kapal, Masindra Shipping (M) Sdn, mengatakan bahwa kapal akan dibawa ke perairan Somalia dan pembayaran tebusan akan dibahas kemudian," kata Rais kepada wartawan di Kuala Lumpur.
Dikatakan Rais, dari penjelasan yang disampaikan perwakilan Masindra Shipping Sdn Bhd, kapal yang dibajak tersebut memiliki persediaan makanan untuk 30 hari.
Perusahaan Malaysia tersebut, menurut Rais, mengharapkan kerja sama dari pemerintah Malaysia untuk mengakhiri krisis ini tanpa insiden yang tak diharapkan.
Para bajak laut Somalia telah membajak lebih dari 40 kapal tahun ini, kebanyakan di Teluk Aden, Yaman, untuk meminta tebusan. Pasukan Angkatan Laut multinasional sebenarnya berpatroli di daerah tersebut. Namun mereka tak sanggup mengawasi perairan luas itu setiap waktu.
(ita/iy)











































