Suryadharma Ali: PPP Belum Tentukan Dukungan Pada Capres

Suryadharma Ali: PPP Belum Tentukan Dukungan Pada Capres

- detikNews
Jumat, 19 Des 2008 14:10 WIB
Suryadharma Ali: PPP Belum Tentukan Dukungan Pada Capres
Solo - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menegaskan partainya belum menentukan dukungan kepada salah satu figur pada Pilpres 2009. Pernyataan ini berseberangan dengan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah yang sebelumnya mengatakan partainya cenderung mempertahankan duet SBY - JK.

"PPP masih terbuka untuk berkoalisi dengan capres manapun. Kita juga belum menentukan apakah akan mengajukan capres dari internal partai atau mendukung calon dari partai lain," ujar Suryadharma Ali kepada wartawan di Solo, Jumat (19/12/2008).

Pernyataan Suryadharma ini berbeda dengan pernyataan yang disampaikan Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP Bachtiar Chamsyah. Sebelumnya Bachtiar mengatakan PPP cenderung mempertahankan duet SBY - JK untuk memimpin Indonesia lima tahun mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suryadharma, PPP masih memberi jarak yang sama kepada tokoh-tokoh yang mendeklarasikan diri sebagai capres 2009. Semua tokoh itu juga akan diberi kesempatan yang sama untuk memaparkan visi dan misinya dalam 'Forum PPP Mendengar' yang memang dibuat untuk mencari capres ideal.

"Yang sudah memaparkan visi dan misi di 'Forum PPP Mendengar' adalah Pak Sultan Hamengku Buwono X dan Pak Prabowo Subiyanto. Insya Allah dalam waktu dekat Pak Sutiyoso, Pak Wiranto, Pak Rizal Ramli dan juga Ibu Megawati akan hadir atas undangan 'Forum PPP Mendengar," ujarnya.

Demikian juga dengan SBY. Menurut Suryadharma yang saat ini duduk di kabinet SBY, partainya juga akan memberi kesempatan serupa kepada SBY untuk menyampakan visi misinya di forum yang sama. "Semoga beliau ada waktu untuk memenuhi undangan kami ini," lanjutnya.

Menurutnya, sangat penting bagi PPP untuk mendengar visi dan misi dari para capres sebelum menjatuhkan pilihan. Dari forum itu akan diketahui program-program yang akan dilakukan capres tersebut jika terpilih presiden. "Jadi  tidak blanc atau kosong ketika memilih seseorang sebagai capres," tambahnya. (mbr/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads