"Polri bersama TNI tidak akan membiarkan aksi terorisme menghantui dan mengganggu kehidupan masyarakat," ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat bertindak selaku inspektur upacara pada peresmian penanggulangan dan kesiapsiagaan TNI/Polri dalam mengatasi ancaman teroris di Lapangan Bhayangkara, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2008).
Menurut Bambang, latihan bersama ini akan menunjukkan sikap tidak kenal kompromi TNI/Polri dalam menghadapi aksi-aksi terorisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terjadinya aksi-aksi kemanusiaan akibat terorisme, menurut Bambang, menjadikan terorisme sebagai musuh bersama termasuk negara-negara seluruh dunia.
Β
"Terorisme adalah musuh bersama, oleh karena itu penanganan terorisme melibatkan seluruh komponen bangsa termasuk juga negara lain," tukasnya
Pada upacara ini turut hadir Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Menkopolkam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Effendi, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Mendagri Mardiyanto, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Darat, dan Udara. Ratusan personel Polri/TNI juga hadir.
Berdasarkan data yang diterima detikcom, terhitung sejak tanggal 19-22 Desember 2008 akan digelar gladi bersama TNI/Polri di lima Kodam dan lima Polda, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau. Gladi bersama ini melibatkan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL, Detasemen Bravo Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan Detasemen 81-Gultor/Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) Kopassus TNI AD.
Gladi bersama TNI/Polri di daerah DKI Jakarta berlangsung di kawasan Halim Perdanakusuma, Tanjung Priok, Bursa Efek Indonesia (BEI), Hotel Sultan, dan Hotel Borobudur.
Gladi di Kepulauan Riau berlangsung di perairan Selat Malaka, Jawa Tengah di Gedung Telkom, dan Ciputra, Yogyakarta berlangsung di Hotel Jayakarta, dan Jawa Timur di Hotel JW Marriott. (fiq/nrl)











































