Hakim Dhiya al-Kenani mengatakan, selama tanya jawab, Zaidi mengaku paham akan tindakannya melempar sepatu ke Presiden AS George W Bush.
"Ketika dia ditanya apakah dia bertindak atas perintah partai politik atau karena uang, dia bilang 'tidak'," kata Kenani yang bertugas menanyai Zaidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan sang hakim, fakta bahwa lemparan sepatu Zaidi gagal mengenai Bush, bisa meringankan hukuman pria berusia 29 tahun itu.
Kenani mengatakan, dirinya telah menolak permohonan pembebasan dengan jaminan atas diri Zaidi. Alasannya, hal itu demi investigasi dan keselamatannya sendiri.
"Jika Zaidi bebas dengan jaminan, akan ada risiko bom-bom rakitan atau serangan. Dan akan ada wartawan-wartawan yang mengejar dia," tutur Kenani.
Menurutnya, kondisi Zaidi sehat dan tidak terlihat kalau dirinya mengalami patah tangan seperti dilaporkan saudara laki-lakinya. Namun wajahnya memang tampak lebam seperti habis dipukuli. Menurutnya hal itu terjadi ketika dia ditangkap, bukan saat ditahan. "Dia tidak dipukuli selama interogasi," pungkasnya.
(ita/nrl)











































