"Kita berkordinasi dengan pihak kapal, karena pemilik kapal berasal dari Malaysia," kata juru bicara Deplu RI Teuku Faizasyah saat dihubungi lewat telepon, Jumat (19/12/2008).
Faizasyah menolak jika dikatakan pemerintah Indonesia lepas tangan untuk membebaskan sandera tersebut. Menurutnya, masalah yang dihadapi di lapangan sangat kompleks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disinggung identitas 11 WNI yang disandera, Faizasyah enggan membeberkan. "Sudah ada, tapi belum bisa kami keluarkan," elaknya.
(fiq/nrl)










































