"Latihan ini berupaya merumuskan bagaimana penanggulangan masalah secara bersama. Untuk mencari prosedur yang disepakati bersama," ujar Menkopolhukam Widodo AS usai menggelar rapat koordinasi Polhukam di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008).
Widodo menjelaskan inilah kali pertama TNI dan Polri bersama-sama merencanakan menggelar sebuah latihan bersama untuk menanggulangi sebuah permasalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan ini juga memiliki efek tangkal untuk mencegah teror seperti yang terjadi Mumbai," Jelas Widodo.
Latihan gabungan ini akan dibuka oleh Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri Jumat 19 Desember 2008.
Acara ini akan ditutup oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur pada Senin 22 Desember 2008.
Selain di objek-objek vital di Jakarta, latihan pembebasan sandera dari atas kapal tanker yang dibajak juga akan dilakukan di Selat Malaka.
"Indonesia kan negara kelautan, latihan di laut juga harus dilakukan," tambah Widodo.
Latihan ini melibatkan 357 personel gabungan TNI-Polri pada gladi posko dan 6.954 personel pada gladi lapangan.
Dalam rapat ini hadir pula Menhan Juwono Sudarsono, Mendagri Mardiyanto, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Kepala Badan Intelijen Nasional (KaBIN) Syamsir Siregar. (rdf/nwk)











































