"Saya lihat penurunan tarif itu belum mendekati ideal. Harusnya bisa lebih dari Rp 200," ujar anggota DPRD Komisi B (Perekonomian) DPRD DKI Jakarta Ramilan kepada detikcom di Gedung DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008).
Menurut Ramilan, seharusnya penurunan tarif angkutan umum bisa disesuaikan. Terlebih, imbuh Ramilan, ada rencana pemerintah untuk menurunkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Januari 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu dekat ini, menurut Ramilan, Komisi B akan memanggil Organda untuk duduk bersama membicarakan penurunan tarif angkutan umum yang ideal bagi masyarakat. "Kita akan panggil Organda. Waktunya menyesuaikan," tandas Ramilan.
Sebelumnya Ketua Organda DKI Jakarta Herry Roty menyatakan pihaknya hanya akan menurunkan tarif angkutan umum sebesar Rp 200. Alasannya jika penurunan lebih dari Rp 200 akan memberatkan pengusaha angkutan.
"Kalau Rp 500 rugi kita, kan harga suku cadang mahal," kata Herry kepada detikcom.
(did/nik)










































