"Diungkap saja. Anggota DPR yang jarang masuk dipotong tunjangan-tunjangannya," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk 'Memahami Substansi Pilihan Pemilih Pada Pemilu' di Hotel Aston Atrium, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, jika anggota DPR yang membolos karena melakukan kampanye, maka anggota DPR itu memanfaatkan fasilitas negara.
Padahal ada begitu banyak tunggakan pekerjaan di DPR. Banyak undang-undang yang belum selesai dibahas. Anggaran negara untuk DPR tahun 2009 naik berkali-kali lipat dibanding tahun 2008.
"Artinya, negara sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar, untuk pekerjaan yang seharusnya efektif tahun 2009," tutur dia.
Ketua FKB DPR Effendi Choirie mengusulkan agar nama-nama tukang bolos di DPR dibeberkan di akhir tahun ini. FPPP mendukungnya, sedangkan FPDIP tidak setuju.
Ingin berdebat mengenai hal ini? Ikuti Pro dan Kontra!
(nwk/nrl)











































