"Presiden Arroyo adalah presiden ideal bagi buruh migran karena dia mau mendatangi buruh migran yang di luar negeri yang terkena masalah, tapi presiden kita tidak melakukan apa-apa. Walau sering ke luar negeri tetapi tidak melindungi TKI-nya," kata Franky dalam peringatan hari buruh migran di Gedung YTKI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/12/2008).
Dia melanjutkan, kalau hanya para menteri atau kepala badan yang melakukan kunjungan, tidak akan dianggap oleh pemerintah luar negeri di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Franky juga membacakan 10 tuntutan buruh migran, yang antara lain meratifikasi konvensi PBB tahun 1990, dan konvensi ILO nomor 97 tentang perlindungan pekerja migran dan keluarga, mengamandemen UU No 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja di luar negeri.
"Dan mengusut segala bentuk korupsi yang merugikan buruh migran," tandasnya berapi-api. (ndr/nrl)











































