Demo Geruduk Istana

Toa dan Speaker Buruh Disita Polisi

- detikNews
Kamis, 18 Des 2008 11:36 WIB
Jakarta - Permintaan Presiden SBY agar pendemo tidak membawa pengeras suara ditindaklanjuti aparat kepolisian di lapangan. Speaker dan toa milik buruh migran disita saat akan mendemo Istana Merdeka.

2 speaker dan 2 toa yang diangkut mobil pick up warna biru nopol B 9055 VC 'ditahan' oleh 5 aparat kepolisian di depan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008).

"Kalau toa tangan boleh. Tetapi kalau yang toa gede seperti ini jangan. Nggak boleh sama Pak Presiden," kata seorang polisi.

"Kita nggak boleh bawa toa dan speaker ke depan Istana, takut mengganggu. Padahal, kami cuma mau menyalurkan aspirasi saja," protes seorang pendemo.

Polisi dan beberapa pendemo tampak adu mulut. Buruh pun berusaha merebut toa dan speaker itu.

Sedikitnya 500 buruh masih bertahan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Buruh terus meneriakan yel-yel, "SBY-JK antiburuh migran!"

Saat memimpin rapat di Istana, SBY marah karena terganggu oleh pengeras suara para demonstran yang sedang berunjuk rasa pada Jumat 12 Desember. SBY pun sempat menegur Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. (aan/iy)