"Kita memproklamasikan Pak Din sebagai capres sembari melakukan konsolidasi ke seluruh wilayah untuk mendukung," kata Sekjen PMB Akhmad Rofiq saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/12/2008).
Rofiq menceritakan, keputusan untuk mendukung Din berawal dari Rapimnas PMB yang digelar bulan September lalu. Rapat tersebut menghasilkan rekomendasi 13 capres dari PMB. PB PMB kemudian melakukan hearing dengan jaringan PMB seluruh Indonesia tentang siapa dari ke 13 tokoh itu yang layak menjadi presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi PMB sangat mengharapkan melalui Pak Din ini perjalanan mencapai perubahan itu dapat maksimal, karena tidak ada beban masa lalu," jelas Rofiq.
Rofiq mengaku sudah memberitahukan dukungan PMB terhadap Din baik secara langsung maupun melalui telepon. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari Din.
Dalam proklamasi yang akan digelar di Hotel Cempaka, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, nanti siang itu, kata Rofiq, Din sengaja tidak diundang. Alasannya untuk menghindari persepsi bahwa dukungan Din ini merupakan kemauan elit PMB atau bahkan Din sendiri.
"Kita tidak menghadirkan untuk jaga-jaga saja bahwa aspirasi partai ini murni sebagaimana yang berkembang dari bawah. Tapi apakah nanti proklamasi ini akan direspons secara lebih dekat oleh Pak Din, ya, kita menunggu saja," cetusnya.
Setelah memproklamasikan dukungan, kata Rofiq, masih ada langkah politik lainnya, yakni melamar Din.
"Nanti kita akan mengambil mekanisme lagi. PMB akan melamar secara langsung. Jadi biar terus menerus bersambung. Setelah proklamasi nanti ada istilah ijab qabul politik. Itu akan kita selenggarakan dalam bentuk lain dan pasti dalam bentuk besar dengan melibatkan seluruh unsur-unsur tokoh masyakat," pungkas Rofiq.
(irw/nrl)











































