Ketika keluar di lantai 12 Pasific Place, kawasan SCBD Sudirman, tiga sniper berseragam Densus 88 itu segera mencari posisi di bibir gedung pencakar langit itu. Detikcom yang menguntit latihan penembak jitu, sempat limbung saat melihat ke tanah yang berjarak ratusan meter di bawah.
"Ini baru seperempatnya. Kemarin di puncak gedung sana," kata salah satu penembak jitu menunjuk puncak gedung yang kira-kira 40 lantai, Rabu (17/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bisa menjangkau target mati sejauh 600 meter. Kalau hanya melukai, sampai 2.000 m," ucap petugas Densus 88 menjelaskan keampuhan senapan AR 10 buatan AS tersebut.
Karena kali ini hanya simulasi (latihan), tiga sniper ini bisa sekedar menjawab pertanyaan detikcom. Tetapi tidak demikian bila bertugas sesungguhnya. Tidak ada suara, dan konsentrasi penuh mengintai sasaran.
Toh demikian, kendati memegang senjata mematikan paling canggih, ketiganya terbengong-bengong saat detikcom menyodorkan kartu nama. Para "siluman" itu mengaku gaptek dan tidak mengetahui seperti apakah media massa on-line. Β
"Foto kita nanti nampang di mana nih? Dapat dilihat, nggak?," tanya salah seorang sniper yang penasaran.
(Ari/lh)











































