Syahrial, salah seorang petani mengaku, salah seorang papam kantor PTPN IV bahkan sempat mengarahkan pistolnya sambil mengancam. "Kami didorong dari lantai dua hingga saya terjatuh di tangga. Saya juga diancam pakai pistol," kata Syahrial.
Arogansi petugas pengamanan kantor pusat PTPN IV tidak hanya dialami petani. Seorang wartawan salah satu televisi nasional di Medan, Gustina Hasan juga mengalami nasib yang sama saat melakukan tugas jurnalistiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar tiga bulan lalu PTPN IV berjanji akan merealisasi biaya ganti rugi tanah warga. Tapi tidak kunjung terlaksana. Karena itu kami pertanyakan," kata Wagiman.
Menurut Wagiman, lahan warga yang akan diganti rugi PTPN IV berada di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, seluas 301 hektar. Sebanyak 48 hektar sudah dibayarkan dan sisanya 253 hektar lagi tanpa kejelasan.
Hingga pukul 16.00 WIB, massa masih menunggu delegasi mereka diterima direksi PTPN IV. Sementara sejumlah polisi berjaga-jaga untuk antisipasi.
(rul/djo)










































