Bandara Ngurah Rai Diperluas Mulai 2009

Bandara Ngurah Rai Diperluas Mulai 2009

- detikNews
Rabu, 17 Des 2008 16:44 WIB
Bandara Ngurah Rai Diperluas Mulai 2009
Denpasar - Bandara Ngurah Rai segera dipercantik dengan melakukan perluasan mulai tahun 2009. Langkah ini untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang yang kian meningkat setiap tahun.

Persiapan perluasan Bandara Ngurah Rai ini disampaikan oleh General Manajer PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Heru Legowo usai Latihan Penanganan Kecelakaan Pesawat, Rabu (17/12/2008). Perluasan bandara akan dikerjakan selama dua tahun, diprediksi berakhir pada tahun 2010.

Perluasan bandara dilakukan pada bagian terminal internasional dan domestik akan menelan dana sebesar Rp 90 miliar. Terminal bandara akan diperluas dari 13 ribu meter persegi menjadi 70 ribu meter persegi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terminal domestik dan internasional pun mengalami perubahan yang signifikan. Kedua terminal ini akan dialihfungsikan, yaitu terminal domestik akan beralih menjadi terminal internasional dan sebaliknya.

Untuk mempermudah akses pintu keluar dan masuk kawasan bandara akan dibangun jalan layang seperti Bandara Soekarno Hatta. Jalan layang ini merupakan akses masuk dari pintu masuk hingga check in sedangkan akses keluar melalui jalan bawah.

Perluasan bandara ini, menurut Heru adalah untuk mengantisipasi membludaknya pesawat dan penumpang yang ke Bali. Meskipun mampu menampung pesawat besar namun bandaraย  akan penuh sesak jika tiga pesawat mendarat dalam waktu hampir bersamaan.

"Jika ada tiga pesawat datang bersamaan, kapasitas terminal belum mencukupi,โ€ kata Heru.

Dengan areal yang tidak begitu luas, pihak PT Angkasa Pura akan menemui kendala dalam perluasan ini. Perluasan ke arah selatan tidak memungkinkan karena terdapat pemukiman serta hutan bakau serta pura umat Hindu.

PT Angkasa Pura akhirnya memutuskan perluasan dilakukan ke arah Utara dengan memanfaatkan lahan parkir bandara. "Selama kita membangun, bandara harus terus beroperasi. hal ini pasti akan menimbulkan ketidaknyamanan,"ujar Heru. (gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads