Pantauan detikcom di kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (17/12/2008), suasana telah kembali normal. Polisi sudah menarik diri dan arus lalu lintas di depan kampus Unhas juga sudah kembali lancar.
Meski demikian, di akses jalan masuk Unhas masih tampak berantakan. Batu-batu dan pecahan benda lainnya tampak berserakan. Hampir seluruh pot bunga di jalan sepanjang 800 meter itu juga pecah. Demikian pula dengan patung layar di dalam kampus Unhas, sejumlah keramiknya copot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu dibawa polisi dia terlihat pingsan," ujar seorang saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.
Rektor Unhas, Idrus Paturusi,Β saat memberikan keterangan pers mengatakan sangat menyesali sikap refreshif aparat kepolisian. Namun di sisi lain, dia juga menilai aksi penutupan jalan yang dilakukan para mahasiswa sudah keterlaluan.
"Saya tadi menelepon Kapolda agar menarik pasukannnya karena dosisnya sudah tidak wajar," ujar Idrus.
Idrus juga mengatakan beberapa hari yang lalu menerima SMS atau pesan singkat. SMS tersebut berisi peringatan bahwa akan ada bentrokan di kampus Unhas.
"SMS itu bilang dua hari lagi Unhas akan Chaos. Karena itu kemudian saya minta aparat keamanan Unhas untuk bersiaga," tutur Idrus yang mengaku tidak tahu siapa pengirim SMS tersebut.
Mengenai tuntutan para mahasiswa yang menolak BHP, Idrus menilai, hal itu lebih tepat ditujukan kepada DPR yang meresmikan UU tersebut. Menurutnya, sampai saat ini Unhas belum memutuskan sikap terhadap UU BHP tersebut.
"Unhas saat ini masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU) yang masih disubsidi APBN. Jadi unjuk rasa mahasisa terkait BHP sebenarnya bukan buat kampus tapi untuk anggota DPR yang sedang memplenokan RUU BHP," tandas Idrus. (mna/djo)











































