Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Kogami, Patra Rina Dewi, kepada detikcom di kantornya, Jalan Cindurmato No. 9 Padang, Rabu (17/12/2008). Menurutnya, 12 sekolah yang menjadi pilot project tersebut yakni SDN 18, SDN 23, SDN 28, SDN 52, SMPN 13, SMPN 19, SMP Angkasa, SMP Bunda, SMA Pertiwi 1, SMAN 1, SMKN 5, dan SMKN 9.
Dikatakan, dari 12 sekolah itu, 6 diantaranya sudah pernah menerapkan program siaga tsunami. Pihaknya menargetkan kurikulum itu dapat segera disahkan penerapannya di seluruh sekolah di kota Padang sebagai muatan lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Patra, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kogami, diketahui bahwa sebagian besar sekolah di kota Padang berada di daerah rawan tsunami dan sebagian besarnya belum memiliki kemampuan dalam menyikapi bencana.
"Dengan demikian risiko bencana gempa bumi dan tsunami bisa menjadi lebih tinggi dibandingkan yang dialami oleh Aceh. Risiko itu akan dapat dikurangi jika warga sekolah yang berada di daerah rawan itu diberi pemahaman yang benar soal penanggulangan bencana," tukasnya. (yon/djo)