"Keberanian Hendrawan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari gedung menunjukan dia mengalami tingkat stres yang sangat berat. Apalagi bunuh diri bukan budaya Indonesia," kata psikolog keluarga, Kasandra Putranto kepada detikcom, Selasa (16/12/2008).
Guna mencegah bunuh diri akibat masalah perkuliahan, dia berharap keluarga harus tetap menjalin komunikasi meski cuma makan malam bersama sepekan sekali. Dalam pertemuan keluarga itu, perlu pengungkapan permasalahan sehingga bisa saling memahami sesama anggota keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat ini dibenarkan oleh alumni FE Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto angkatan 2000, Pamudji Widodo, yang menyelesaikan kuliah selama 8 tahun 2 bulan. Menurutnya, hal yang terpenting mendorong dia akhirnya lulus adalah peran keluarga.
"Orang tua saya selalu bilang, yang penting lulus, gak masalah lama atau cepat. Padahal saya merasa sangat stres waktu itu karena berbagai hal terkait kelulusan saya," kisahnya kepada detikcom. (asp/gah)











































