PKL yang akan direlokasi adalah semua pedagang yang berjualan di pojok barat hingga ke utara kawasan Boulevard. Mulai hari ini, Rabu (17/12/2008) kawasan itu harus bersih dari PKL.
Pihak UGM yakni unit usaha PT Gama Multi Usaha Mandiri, hari ini telah meletakkan batu pertama tanda dimulai pembangun tempat berjualan PKL. Tempat yang disediakan adalah lahan yang terletak gedung Bank BNI dengan Gelanggang Mahasiswa UGM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika hendak menuju kantor, puluhan anggota Satuan Keamanan Kampus (SKK) UGM telah bersiap menghadang massa. Mereka menuntut agar pimpinan proyek relokasi menemui PKL. Para pimpinan tersebut baru saja selesai melakukan peletakan batu pertama dan sedang melakukan rapat.
Namun permintaan ditolak oleh Kepala SKK UGM, Deda Siswadi. Deda kemudian menyuruh anak buahnya membuat barisan barikade menghadang massa. Lucunya, ketika massa akan merangsek dan mendorongnya, barisan SKK UGM memilih mundur. Deda meminta anak buahnya mundur hingga lima langkah. Ketika massa akan mendesak, SKK terus memilih mundur. Aksi dorong pun batal terjadi, meski SKK sudah membuah barisan berlapis. Itu terjadi berulang kali.
Setelah satu jam melakukan aksi, perwakilan Aliansi PKL UGM Suprihono kemudian membacakan pernyataan sikapnya. Pihaknya tetap menyatakan menolak penggsuran dan relokasi PKL yang akan dilakukan UGM.
"Relokasi bukan menyelasaikan masalah. Kami meminta rektorat mencabut SK tentang usaha kecil di lingkungan UGM," kata Suprihono.
Usai menggelar aksi, massa kemudian menuju Bundaran UGM sebelum membubarkan diri. Setelah bubar, massa kemudian mengambil sepeda motor yang mereka parkir di depan Wisma Kagama. (bgs/djo)











































