"Oh iya Pak, kita kemarin sudah menghubungi RS Thamrin untuk menanyakan masalah ini. Kita tahunya setelah baca koran kemarin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mien Hartati, yang dihubungi detikcom, Rabu (17/12/2008).
Menurut Mien, dirinya kemarin sudah bertemu dengan Manajer HRD RS Thamrin Internasional bernama Yudi. Dalam pertemuan itu dibicarakan menyangkut persoalan Billy Farly yang anaknya Rising Immanuel yang menderita Atresia Ani (tanpa anus) dan menjalani operasi Colostomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mien juga mengatakan, walau Pemkot membantu sepenuhnya pembiayaan ini akan dimasukan dalam program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesnas) bagi masyarakat tak mampu. "Kalau kita bayar semua, kan masih banyak orang yang membutuhkannya. Tapi ini kita tanggung semua," ucapnya.
Ditambahkan Mien, pihak RS Thamrin Internasional sudah sepakat bersama Pemkot untuk membiayai perawatan dan operasi Rising sesuai tarif atau aturan Menteri Kesehatan. Saat ini, Dinkes Pemkot Depok akan mengurus administrasi pembiayaan tersebut ke Jamkesnas.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rising Immanuel yang lahir tanggal 4 Nopember 2008 di RS Tugu Ibu, Depok, Jawa Barat ini dioperasi karena menderita Atresia Ani atau lahir tidak memiliki anus. Lalu sang ayah, Billy pun memasukan Rising ke RS Thamrin untuk dioperasi, tapi ketika pulang Billy tidak mampu membayar tagihan biaya total operasi pertama dan perawatan satu bulan yang mencapai Rp 62 juta. (zal/gah)











































